a

Monday, April 8, 2013

Teruslah Menarilah Sampai Hujan Turun

Kebanyakan orang melalui hidup ini tanpa menemukan apa yang paling diinginkannya. Mereka melalui hidup ini tanpa semangat, bahkan bersyukur ketika berhasil melaluinya walaupun tanpa menoreh prestasi yang sebenarnya mampu mereka gapai. Saya yakin banyak orang yang menyadari bahwa mereka belum memberikan 100% kemampuan terbaik mereka di dalam hidup ini. Bahkan, banyak yang menjawab bahwa mereka hanya memberikan 30%-50% kemampuan terbaik mereka. 

Thomas Edison bahkan pernah berkata bahwa jika manusia dapat menggunakan seluruh kemampuannya, mereka akan terkaget-kaget melihat hasil yang diraihnya.
Robert Strauss menjelaskan dengan sederhana bagaimana seseorang berjuang dalam mempertahankan hidupnya ketika ia diserang oleh seekor gorila yang dapat merenggut nyawanya. Strauss berkata bahwa siapa pun yang berada dalam kondisi ini, tidak akan berhenti ketika ia lelah, ia hanya akan berhenti jika gorila itu lelah. Jika tidak, nama kita hanya tinggal kenangan. Hal yang sama harus kita terapkan dalam menghadapi hidup ini. Bersikaplah pantang menyerah sebelum mengalahkan tantangan yang diberikan hidup ini. Jika Anda terus berfokus untuk menyelesaikan pertandingan dalam hidup ini, Anda akhirnya akan keluar sebagai pemenang.

Suku Massai adalah suku primitif yang tinggal di wilayah Kenya, Afrika Tengah. Perubahan musim yang radikal sering kali mengakibatkan masa kekeringan yang berkepanjangan dan tidak sedikit binatang dan manusia mati kehausan. Suku Massai memiliki kebiasaan ritual dengan melakukan tarian dan bernyanyi agar para Dewa segera menurunkan hujan. Namun, satu mukjizat terjadi di sebuah suku kecil Massai. Setiap kali mereka menari dan menyanyi, 100% hujan pasti turun. Dibandingkan dengan suku Massai lainnya, suku yang lain ketika menyanyi dan menari ada kalanya hujan turun namun ada kalanya juga hujan tidak turun. Berita mengenai kemampuan ajaib suku kecil ini tersiar sampai-sampai ahli arkeologi, ahli cuaca, dan para ahli dari dunia barat datang ke suku tersebut untuk meneliti mukjizat yang terjadi.

Setelah melakukan penelitian selama berbulan-bulan, mengamati suku ini menari dan menyanyi, akhirnya para ahli sepakat bahwa suku yang satu ini memang mampu mendatangkan 100% hujan di tanah mereka. Apakah Anda ingin mengetahui rahasianya? Ketika para ahli membandingkan suku Massai lainnya yang menari, mereka ada yang menari selama tiga hari kemudian berhenti, ada juga yang menari sampai lima hari dan kemudian herhenti ketika hujan tidak kunjung datang. Suku Massai yang selalu berhasil mendatangkan hujan, selidik punya selidik, ternyata tidak melakukan hal yang terlalu berbeda, bahkan lagu dan cara menarinya sama persis dengan suku Massai lainnya. Satu-satunya perbedaan adalah, setiap kali mereka menari dan menyanyi, mereka tidak akan berhenti sampai hujan turun. Jika dibutuhkan waktu tiga hari sampai hujan turun, mereka akan menari selama tiga hari. Jika dibutuhkan waktu tujuh hari untuk mendatangkan hujan, mereka akan menari selama tujuh hari sampai turunnya hujan. Prinsip sederhana yang mereka pegang adalah MEREKA AKAN TERUS MENART SAMPAI HUJAN TURUN! Kalau belum juga turun... MEREKA AKAN TERUS MENARI! Rahasia sederhana inilah yang sering kali menjadi rahasia bagi para juara sejati di bidangnya.

Begitu banyak orang ingin menjadi juara dalam hidup ini namun hanya sedikit yang memiliki keyakinan yang sedemikian kuat, mampu bertahan menghadapi kegagalan demi kegagalan. Mereka mampu bertahan karena mereka memegang prinsip "Saya Yakin oleh sebab itu Saya Melihat", bukannya seperti umumnya rata-rata orang yang berprinsip "Saya Melihat baru Saya Percaya". Buatlah keyakinan Anda menjadi sesuatu yang tidak tergoyahkan bahkan oleh kegagalan demi kegagalan, niscaya Anda akan bertemu dengan mimpi Anda dalam waktu yang dekat. Dr. Denis Waitley memberikan kekuatan dalam kalimat bijaksananya, "Janganlah berlama-lama di dalam masalah Anda, berfokuslah pada apa yang ingin Anda kerjakan berikutnya. Luangkanlah seluruh energi Anda untuk meneari jawaban atas tantangan hidup ini.

Seperti halnya ketika Anda bergulat melawan seekor gorila. Anda tidak berhenti ketika Anda capek, Anda berhenti ketika gorila itu yang capek
 By: Robert Strauss


 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...