Wednesday, January 2, 2013

Bisnis Warteg

Bisnis Warteg mempunyai prospek yang cukup bagus untuk dijalankan. Jangan salah, bisnis ini memiliki keuntungan yang lumayan. Bayangkan jika Anda mempunyai lebih dari 1 warteg, sudah pasti Anda akan meraup uang yang cukup banyak. Oleh karena itu dibutuhkan sebuah sistem sederhana sehingga bisnis ini bisa berjalan tanpa Anda. Tapi sebelumnya, pada saat Anda memulai bisnis ini, sebaiknya Anda terlibat secara penuh terlebih dahulu, nanti seiring waktu buatlah sistem-sistem sederhana seperti cara menjual, takaran-takaran makanan, dsb sehingga bisnis ini bisa berjalan tanpa Anda.

Kunci Sukses
Sajikan beragam menu yang menarik. Konsumen selalu menyukai menu makanan yang enak dan murah. Berikan bonus tambahan bagi pelanggan Anda misal teh tawar atau krupuk pada bulan-bulan pertama.

Daya Tarik
Asal lokasi warung makan Anda strategis, murah, dan enak, usaha warteg sudah pasti diserbu pembeli.

Ulasan Bisnis
Restoran maupun warung makan merupakan bisnis yang abadi. Terutama bila Anda memang pecinta kuliner yang tajam soal rasa. Di samping itu, warung tegal (warteg) memiliki cash flow harian. Anda berbelanja, memasak, dan menjual makanan dalam waktu satu hari. Perhitungan keuntungan pun bisa lebih mudah. Anda bisa memanfaatkan rumah sendiri bila lokasinya strategis. Bisa juga menyewa tempat lain di lokasi keramaian. Kelemahan usaha warteg adalah bahan bakunya yang tidak bertahan lama. Untuk mengatasinya, sajikan menu yang harganya murah dan pasti laku seperti oseng-oseng, telur dadar olahan, atau aneka masakan ikan. Biasanya harga sepiring nasi dan sayur sudah berada dalam satu paket, tinggal hitung tambahan harga untuk lauk yang dipilih. Ada tiga hal penting bagi Anda yang ingin menjalankan bisnis warteg, kualitas terjaga, tempat yang bersih, dan pelayanan yang ramah. Selanjutnya, Anda tinggal mengembangkan konsep warung makan Anda sesuai target pasar.

Tips Memulai Bisnis

  1. Sebelumnya, Anda sudah harus menentukan target konsumen Anda. Untuk usaha nasi rames, membuka warung di sekitar kampus adalah cara yang paling tepat. Atau Anda juga bisa membuka di tempat-tempat keramaian lain seperti pasar, pinggir jalan, maupun terminal. Perlu juga diperhatikan, Anda akan mengontrak rumah atau hanya kios. Ini penting untuk memperhitungkan apakah Anda akan memasak di rumah dan dibawa ke kios, atau tempat itu berfungsi pulsa sebagai dapur. Fasilitas yang sudah ada juga perlu dipertimbangkan, apakah ada sumber air, kamar mandi, tempat cuci piring, tempat masak, dan lainnya.
  2. Siapkan interior. Tak perlu mewah-mewah, yang penting harus ada meja, kursi, dan etalase. Lebih mudah lagi jika Anda mengemasnya dalam format lesehan. Selain bisa menampung banyak orang, Anda bisa menghemat kursi pula. Pasar yang menjual barang bekas tapi layak pakai bisa didatangi sebagai alternatif.
  3. Siapkan barang-barang penunjang seperting piring, sendok, garpu, gelas, mangkok, rice cooker, kompor dan wajan.
  4. Tentukan menu andalan Anda. Sediakan dua macam menu, menu khas semisal nasi uduk, soto ayam atau ayam bakar dan menu pilihan. Untuk menu pilihan, sediakan beragam menu ringan (telur dadar, ayam goreng, oseng-oseng) dalam etalase. Biarkan pembeli memilih lauk kesukaannya, Anda tinggal menyediakan minuman. Jika dalam setiap jam makan kita memiliki pelanggan setia 20 orang saja, tentunya 60 menu telah terserap setiap hari.
  5. Mencari supplier murah. Usaha ini tentu membutuhkan bahan baku yang segar dan siap pakai. Untuk permulaan, Anda bisa melakukan survey ke pasar dalam membeli bahan baku. Anda perlu turun tangan sendiri dalam hal ini. Jangan sampai karena ingin menghemat biaya, Anda membeli bahan seadanya. Bila Anda sudah memiliki langganan di pasar, bisa didekati untuk menjadi supplier kebutuhan warung Anda. Jadi, Anda tak perlu repot-repot pergi ke pasar lagi.
  6. Rasa merupkan kunci utama ramai tidaknya warung makan. Anda harus jeli terhadap kemauan konsumen. Bila mereka menginginkan variasi menu, tak perlu ragu, segera tambahkan. Promosi paling manjur tercipta dari mulut ke mulut.
Peralatan yang Dibutuhkan
  • Meja dan kursi
  • Etalase untuk metelakkan makanan yang disajikan
  • Lemari es
  • Kompor dan tabung gas
  • Rice cooker
  • Wastafel (jika tak ada cukup sediakan mangkok untuk tempat cuci tangan)
  • Dispenser dan galon atau waterjug
  • Peralatan makan (sendok, garpu, gelas, piring)
  • Peralatan masak (wajan, panci, pisau, dll)
Tips Promosi dan Mempertahankan Pelanggan
  • Anda bisa menyebarkan brosur yang menarik calon pelanggan. Jangan lupa cantumkan menu makanan dengan harga yang miring. Buat kalimat semenarik mungkin seperti, "Makan kenyang cukup Rp5.000"
  • Untuk hari pertama, Anda bisa memberikan bonus istimewa. Anda bisa menggratiskan semua makanan pada hari pertama pembukaan warung. Namun dibatasi untuk 20 pengunjung pertama. Agar lebih ramai, Anda bisa menyebarkan undangan pada para mahasiswa, tukang becak, sopir angkot, atau orang-orang yang lewat sekitar situ. Dijamin, bila mereka cocok dengan masakan Anda, mereka akan kembali.
  • Berikan fasilitas tambahan seperti layanan pesan antar dengan menu makanan paket dan minimal harga.

Simulasi Perhitungan dan Balik Modal
Modal Awal
Peralatan makan (piring, sendok, garpu, gelas) Rp. 200.000,-
Peralatan masak (wajan, panci, pisau) Rp. 300.000,-
Kompor gas Rp. 115.000,-
Properti (Meja makan, kursi plastik, etalase) Rp. 2.000.000,-
Bahan baku masakan Rp. 300.000,-
Todal Modal Awal Rp. 2.915.000,-
Pengeluaran Sebulan
Belanja bahan masakan Rp 100.000 x 30 hari Rp. 3.000.000,-
Transportasi Rp. 300.000,-
Listrik Rp. 200.000,-
Total pengeluaran sebulan Rp. 3.500.000,-

Pemasukan sebulan
Asumsi pendapatan harian
Rp 10.000 x 30 porsi = Rp 300.000 x 30 hari = Rp 9.000.000,-

Keuntungan per bulan
Rp 9.000.000 - Rp 3.500.000 = Rp 5.500.000,-

Balik Modal
Rp 2.915.000 : Rp 5.700.000 = < 1 bulan

*Hitungan di atas belum termasuk investasi tanah
by Ivana Lestari

 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...