Monday, November 26, 2012

Kiat Memulai Usaha

Memulai Usaha dengan Kemungkinan Berhasil 98%

Salah seorang konglomerat Indonesia yang bertahan melalui badai krisis bercerita bahwa dia pernah mendirikan perusahaan sendiri tanpa pengalaman kemungkinan berhasilnya hanya 15%-20%. Bila bekerja sama dengan sesama konglomerat pun bila tidak mempunyai pengetahuan, kemungkinan bangkrutnya lebih besar daripada berhasilnya, walaupun bidang garapannya tampak jelas menguntungkan.
Dia pernah bekerja sama dengan konglomerat terbesar saat itu untuk usaha penebangan hutan di Irian Jaya yang menurut perhitungan di atas kertas pasti untung, tapi ternyata bangkrut, karena pilihan peralatannya tidak tepat. Dia memakai alat-alat bekas buatan Cina. Ternyata alat tersebut mudah rusak, dan ketika rusak tidak bisa dibetulkan di Irian Jaya melainkan harus dibawa ke Jakarta. Waktu usaha berhenti bunga bank terus berjalan. Ketika sudah sampai lagi di Irian Jaya, ternyata alat tersebut tidak berfungsi lagi ketika musim hujan, dan seterusnya dan seterusnya, sehingga perusahaan tadi tidak kuat membayar bunga bank, dan maka akhirnya bangkrut.

Dan menurut cerita konglomerat tersebut, bila kita bekerja sama dengan konglomerat asing di bidang yang baru, kemungkinan berhasilnya adalah 50% - 50%.
Bila kita bekerja sama dengan perusahaan asing yang sudah mempunyai pengalaman di bidang garapannya, kemungkinan berhasilnya adalah 70% - 80%.
Bila kita bekerja sama dengan perusahaan terbaik 1, 2, 3 di dunia di bidang usahanya, kemungkinan berhasilnya adalah 95% - 98%. Dia memberi contoh tentang Om William Suryajaya, pemilik Astra yang sukses luar biasa karena ada Honda dan Toyota. Semisal Om William diminta untuk membuat Astra tanpa ada perusahaan besar yang terbaik di bidangnya seperti Honda dan Toyota jelas sekali bahwa kemungkinan berhasilnya akan sangat kecil.
Dalam bukunya The E-Myth, Michael E. Gerber menyebutkan bahwa 80% perusahaan tutup di satu tahun pertama. Sisanya tinggal 20%, dan dari yang sisa ini dalam waktu 4 tahun berikutnya 80% tutup lagi. Jadi dalam lima tahun dari semua perusahaan yang baru buka hanya terdapat 4% yang bisa bertahan hidup, sedang apabila usaha waralaba atau franchise 96% hidup di satu tahun pertama, dan dari 96% yang bertahan hidup itu ada 98% yang terus bertahan hidup 4 tahun berikutnya.
Jadi agar kemungkinan berhasil kita dalam memulai usaha menjadi 98% kita harus bekerja sama dengan yang terbaik. Cari yang terbaik di dunia. Kalau tidak bisa, cari yang terbaik di Amerika, atau cari yang terbaik di Australia, atau cari yang terbaik di Jepang. Apabila tidak bisa mencari yang terbaik di luar negeri, cari yang terbaik di Indonesia. Bila tidak bisa, cari yang terbaik di Jakarta. Bila di Jakarta pun tidak ada, cari yang terbaik di kampung kita.
Jangan lupa pula, untuk berhasil kita membutuhkan sistem kerja yang kuat, dan tim (orang-orang) yang dahsyat.
Sistem adalah urut-urutan kerja yang logis dan menghasilkan hal-hal yang sama bila dikerjakan sesuai dengan urut-urutan kerja yang logis tersebut. Anda harus kuat dalam 3 sistem berikut :

* Sistem sumber daya manusia termasuk pembinaan, reward dan punishment-nya.
* Sistem kontrol (kontrol arus kas, kontrol kedisiplinan, kontrol keuangan, administrasi, dll).
* Sistem marketing.

Untuk memilih orang-orang yang tepat ada 3 kualitas yang diperlukan, yaitu :
* Passion / gairah hidup dan gairah kerja
* Integrity / integritas
* Skill / keahlian
by TDW
 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...