Friday, January 4, 2013

Bisnis Helm

Selama kurun waktu 2-3 tahun ini, jumlah pengendara sepeda motor di Indonesia melonjak tajam. Di samping karena sepeda motor dapat menjadi alternatif sebagai sarana transportasi yang murah, cara atau celah untuk mengajukan kredit sepeda motor pun semakin mudah. Buktinya dapat Anda lihat sendiri di jalanan yang kini 'tumpah ruah' oleh sepeda motor.

Dengan adanya kemudahan untuk memiliki kendaraan bermotor tersebut, jangan sampai mengesampingkan aspek keselamatan, salah satunya adalah dengan memakai helm yang memenuhi standar. Bahkan, sekarang, pihak kepolisian telah memberikan peraturan tegas bahwa pengendara motor, baik yang mengendarai maupun yang dibonceng, harus memakai helm standar, minimal half face. Melihat hal tersebut, tidakkah itu merupakan suatu celah untuk membuka bisnis penjualan helm beserta perlengkapannya? Anda tertarik?

A. Memulai Bisnis
Dalam merintis usaha ini, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan, yaitu sebagai berikut.

  • Tentukan lokasi usaha yang cocok. Misalnya, di aerah sekitar bengkel-bengkel, show room motor, atau area keramaian lainnya. Usahakan tempat usaha berada di pinggir jalan.
  • Cari informasi tentang grosir penjual helm atau distributor helm yang dapat memberikan harga yang lebih rendah.
  • Pahami seluk-beluk helm, jenis-jenis helm, serta fungsi dari tiap spesifikasi helm.
  • Tata ruangan usaha senyaman mungkin sehingga memudahkan konsumen untuk melihat barang-barang yang ada (display rapi dan menarik).
  • Pastikan target market usaha Anda karena hal ini berpengaruh terhadap jenis-jenis helm yang akan dikoleksi untuk dijual. Hal ini berkaitan pula dengan kondisi ekonomi dan daya beli masyarakat.
B. Hambatan Bisnis
Beberapa hambatan dalam merintis usaha ini adalah sebagai berikut.
  • Munculnya pesaing usaha di dekat lokasi usaha Anda.
  • Daya beli masyarakat yang menurun dan cenderung lebih memilih helm-helm yang biasa.
  • Tidak variatifnya barang-barang yang dijual.
C. Strategi Bisnis
Beberapa strategi bisnis yang dapat Anda jalankan.
  • Koleksilah helm-helm berdesain unik.
  • Tambahkan variasi usaha Anda dengan menjual perlengkapan berkendara yang lain, misalnya sarung tangan, masker, jas hujan, dan sepatu khusus pengendara motor.
  • Patoklah harga yang lebih murah dibandingkan dengan toko lain.
  • Ramahlah kepada setiap konsumen.
D. Analisis Bisnis
Modal Awal :
Peralatan :
Etalase Rp. 2.000.000,-
Alas kaca built in (untuk display helm) Rp. 1.000.000,-
Koleksi beragam helm lebih kurang 30 buah Rp. 6.000.000,-
Koleksi perlengkapan bermotor Rp. 1.000.000,-
Jumlah Rp. 10.000.000,-
Peralatan mengalami penyusutan selama 4 tahun dan memiliki nilai residu sebesar Rp 1.000,00 dengan menggunakan metode penyusutan garis lurus. Biaya penyusutan per tahun = (Rp 10.000.000,00 - Rp 1.000,00) / 4 = Rp. 2.499.750,00 per tahun atau sama dengan Rp 208.312,00 per bulan.

Perlengkapan :
Spanduk promosi Rp. 150.000,-
Promosi Rp. 100.000,-
Jumlah Rp. 250.000,-
Perhitungan Laba/(Rugi) per Bulan :
Pendapatan:
Pemasukan Rp 100.000,00 x 3 helm x 30 hari Rp. 9.000.000,-
Biaya-biaya:
Sewa tempat + listrik Rp. 750.000,-
Stok koleksi helm Rp. 1.000.000,-
Transportasi Rp. 100.000,-
Biaya Perlengkapan Rp. 250.000,-
Biaya Penyusutan Peralatan Rp. 208.312,-
Jumlah Biaya Rp. 2.308.312,-
Laba Bersih Rp. 6.691.688,-
by 99 Bisnis
 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...