a

Sunday, November 25, 2012

Tetapkan Tenggat Waktu Untuk MemotivasiMu

Tenggat waktu (deadline) adalah salah satu strategi yang digunakan orang-orang untuk memotivasi diri mereka sendiri. Fisikawan Maurizio Vecchione berkata, "Aku orang yang digerakkan oleh tenggat waktu. Urusan tidak akan selesai jika tidak ada tenggat waktu." Jurnalis foto peraih penghargaan, Kelvin Gilbert berkata, "Aku harus memiliki tenggat waktu. Jika aku tidak memiliki tenggat waktu, aku hanya akan menunda-nunda." Komedian Rik Mercer juga sependapat: "Aku telah menulis beratus-ratus program TV, tetapi aku juga masih memiliki berkas-berkas di komputerku mengenai berbagai urusan yang belum selesai karena urusan-urusan tersebut tidak memiliki tenggat waktu. Jika saja ada tenggat waktunya, pasti sudah kukerjakan".

Barry Friedman adalah separuh jiwa dari tontonan Raspyni Brothers, yang bukan sungguh-sungguh bersaudara, tetapi mereka sangat lucu. Ketika ada yang bertanya pada Barry bagaimana mereka mempertahankan prestasi mereka dengan materi baru yang luar biasa dalam setiap pertunjukan mereka, ia menjawab, "Wah, tidak ada motivator yang lebih baik daripada tenggat waktu. Kita hanya duduk dan memeras otak, dan jadilah, 'Kita harus membuat sesuatu yang baru', dan sesuatu yang baru selalu muncul". Jika ide-ide tidak muncul, mereka akan berdiri di depan banyak penonton yang tidak tertawa dan berharap mereka mati saja. Itulah, kenapa dinamakan deadline (tenggat waktu).
Jika dikaji lebih dalam, deadline (tenggat waktu) seharusnya dinamai alive-lines karena bisa membuat kita hidup seketika, dan mendorong kita untuk bergerak. Komposer dan produser musik yang hebat, Quincy Jones, berkata bahwa para komposer biasanya hanya mengarang dua atau tiga menit musik sehari, tetapi dengan adanya rasa takut akan tenggat waktu yang menggantung di atas kepala mereka, mereka bisa mengarang hingga 10 atau 12 menit. Ia berkata, "Tidak ada yang lebih menakutkan daripada menghadapi sebuah orkestra dengan 44 atau ratusan pemain dengan produser, pemimpin dan editor melihat ke arah kita tanpa ada musik untuk dimainkan".
Ketika J.K. Rowling mulai menulis Harry Potter, yang menentukan tenggat waktu penulisnya bukanlah dari pihak penerbit, melainkan anaknya yang masih kecil: "Aku biasa meletakkannya di kereta bayi dan mengajaknya berjalan-jalan berkeliling Edinburgh, menunggunya sampai ia tertidur, kemudian cepat-cepat  pergi menuju sebuah kafe dan menulis secepat yang aku bisa. Jika kita mengetahui bahwa kita hanya memiliki waktu yang sangat terbatas, betapa menakjubkan karena begitu banyak yang bisa kita kerjakan.
Banyak contoh mengenai tenggat waktu yang telah disuguhkan berasal dari bidang seni, namun tenggat waktu juga sangat penting ketika Anda meluncurkan suatu bisnis, produk, atau sebuah roket. Dave Lavery, ahli dari NASA yang mengirim robot-robot ke Mars berkata, bahwa peluncuran-peluncuran tersebut menyita banyak uang dan tenaga, jadi mereka benar-benar mendorong kami untuk melakukan yang terbaik dalam bekerja: "Suatu peluncuran pesawat luar angkasa benar-benar ditekan oleh tenggat waktu yang serius. Kami hanya punya satu kesempatan, dan jagan sampai menggagalkannya. Jadi, kami harus benar-benar mencari jalan untuk membuatnya berhasil, apa pun yang terjadi".
Jurnalis Walt Mossberg berpendapat senada. Ia bekerja di bawah tekanan tenggat waktu secara terus menerus untuk menelorkan kolom teknologi pribadinya di media Wall Street Journal, dan ia berkata, "Tenggat waktu adalah teman Anda. Beberapa karya terbaik yang pernah ada diciptakan di bawah tenggat waktu. Inilah saat di mana kecerdikan Anda diuji". Jadi, pakailah nasihat Walt, dan perlakukan tenggat waktu sebagai temanmu. Dengan teman semacam tenggat waktu, kita tidak membutuhkan mush!
by Richard St John

"Aku merasa dengan adanya tenggat waktu yang mendorongku, sesungguhnya kreativitasku sangat terbantu. Aku tidak menyukai tekanannya, tetapi karya yang dihasilkan tampaknya bermanfaat" -Robin Budd- (Sutradara Film Animasi)
 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...