a

Thursday, April 18, 2013

Mengubah Strategi Sampai Berhasil

Dalam training khususnya yang berhubungan dengan goal setting, saya sering mengajukan pertanyaan apakah para peserta memiliki sasaran-sasaran akhir atau goals dalam hidupnya. Semua serentak berteriak, "Punya! " Kebanyakan peserta bahkan berani mengeluarkan berapa banyak penghasilan yang diinginkannya. Mereka semua bangga dan percaya diri setelah mencantumkan goals-nya. Pertanyaan saya yang kedua, yang sering membuat mereka terdiam ketika saya bertanya, "Strategi apakah yang telah Anda siapkan dan tindakan-tindakan apa saja yang akan diambil untuk mencapai goals tersebut?"

Banyak orang yang mampu menentukan target yang diinginkan namun tidak memikirkan strategi untuk mencapainya. Memang ada sebuah konsep dalam the law of attraction (hukum tarik-menarik) yang mengatakan bahwa Anda tidak perlu tahu BAGAIMANA (how) caranya untuk mencapai impian Anda karena keinginan Anda yang besar akan menarik berbagai cara untuk mencapai tujuan Anda. Banyak orang yang salah menginterpretasikan maksud kalimat ini karena ditulis dengan singkat dan sederhana. Sesungguhnya, makna yang lebih jelas mengartikan bahwa ketika seseorang memiliki dorongan yang kuat untuk mencapai impiannya maka setiap langkah yang diambilnya akan mendekatkan dirinya pada tujuan, dan langkah-langkah inilah yang merupakan strategi yang saya maksud. The Law of Attraction menggambarkan bahwa suatu keinginan mempunyai daya magnet yang sebanding dengan berapa besar keinginan itu. Saya ambit contoh, jika ada sebuah jarum kecil di atas meja dan Anda memiliki magnet untuk menariknya, akankah jarum itu akan ditarik oleh magnet tersebut? Jawabannya sangat bergantung pada berapa jauh jarak yang memisahkan antara jarum dan magnet itu. Anda perlu memperkecil jarak itu untuk dapat mengaktifkan kekuatan magnet itu, dan usaha untuk memperkecil jarak itu tidak lain adalah tindakan-tindakan atau rencana atau strategi yang harus Anda ambil untuk mendekatkan Anda dengan tujuan Anda. Jika saat ini Anda belum mencapai tujuan Anda, salah satu alasannya karena Anda menggunakan strategi yang kurang tepat atau mungkin Anda tidak memiliki strategi sama. sekali.

Contoh berikut ini pernah saya saksikan di acara TV kabel Discovery Channel. Ketika perang teluk terjadi, harga bahan bakar avtur melonjak sangat drastis di negara Paman Sam (Amerika Serikat). Sebuah perusahaan penerbangan berhasil keluar dari krisis hebat itu karena mampu tidak menaikkan harga tiket pesawat walau harga bahan bakar sudah meroket. Sebuah interview dengan CEO perusahaan itu membuka rahasia sederhana yang dilakukan, yaitu dengan berusaha mengurangi beban berat yang ada di dalam pesawat. Pertama, semua peralatan nampan yang terbuat dari alumunium diganti dengan plastik, gelas-gelas kaca diganti dengan styrofoam, majalah-majalah yang ada di depan bangku penumpang ditiadakan. juga mengecek ternyata air yang dibawa ke dalam pesawat untuk keperluan toilet selalu sisa dan CEO itu mengurangi kapasitasnya sampai 50% dan beberapa bagian pesawat diganti dengan material yang lebih ringan. Alhasil, setiap pengurangan beban yang ada di pesawat mampu menghemat bahan bakar sehingga harga tidak perlu naik. Sang wartawan kagum dengan ide sederhana CEO itu dan bertanya dari mana ia mendapatkan ide seperti itu? Ternyata sebelum bekerja di perusahaan itu, ia pernah menjadi pimpinan di sebuah gudang di Amerika Selatan yang mempunyai dana minim. Ketika terjadi krisis dan hares ada pemotongan biaya, tiga shift petugas satpam diubahnya menjadi dua shift. Namun, keadaan menjadi lebih buruk dan perusahaan tidak mampu membayar gaji untuk dua shift satpam sekalipun. Sang CEO kemudian mengubah strategi dengan memadukan penjagaan keamanan dan beberapa ekor anjing penjaga. Namun, keadaan keuangan tidak juga membaik, akhimya dua shift keamanan itu hanya terdiri atas anjing-anjing penjaga. Pemilik perusahaan tetap ingin memangkas biaya, dan sang CEO mengurangi jumlah anjing serta mengurangi jatah makan, sehingga anjing-anjing itu bertambah beringas dan gonggongannya semakin kencang. Namun, perusahaan tetap tidak mampu memberikan makan pada anjing-anjing itu. Akhirnya strategi pun berubah, sang CEO menyuruh karyawannya merekam suara gonggongan anjing yang paling galak untuk kemudian memutarnya pada jam-jam jaga malam. Alhasil, biaya keamanan dipangkas secara drastis. Sering kali kita perlu mengubah strategi dalam bisnis dan usaha kita. Apa yang berlaku kemarin belum tentu akan sama saat ini. Apakah Anda mempunyai strategi baru untuk dapat mencapai tujuan Anda? Mungkin selama ini, goals Anda tidak sejalan dengan strategi yang Anda terapkan. Jika Anda menginginkan hasil yang berbeda, terapkanlah strategi yang berbeda pula.

Bukan makhluk terkuat yang mampu bertahan, demikian juga bukan yang terpintar, tetapi yang mampu menyesuaikan dirinya dengan perubahan
By: Charles Darwin

 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...