Saturday, December 29, 2012

Bisnis Fotocopy

Bisnis fotocopy masih sangat menjanjikan bagi siapa pun yang merintisnya asalkan cerdik memilih lokasi tempat usaha, misalnya di lingkungan sekolah, kampus, perkantoran, pemerintahan, atau lingkungan perumahan tempat tinggal. Penggunaannya pun masih luas, mulai dari pelajar, mahasiswa, karyawan, hingga masyarakat umum. Bagi Anda yang memiliki modal cukup kuat berkisar Rp. 10 - Rp. 13 jutaan, bisnis ini cukup menjanjikan. Apalagi jika tempat usaha Anda dilengkapi dengan jasa jilid, laminasi, serta jual peralatan tulis sebagai pendukung.

A. Memulai Bisnis
Jika Anda tertarik menekuni bisnis ini, pikirkan terlebih dahulu mengenai niat Anda untuk terus mengembangkan usaha ini hingga sukses. Jadi, Anda tidak akan mudah menyerah apabila hambatan merintang, misalnya harga BBM naik sehingga biaya listrik ikut naik, harga kertas mahal, dan sebagainya. Anda harus siap dengan apa pun yang akan terjadi.

Nah, jika siap, Anda perlu menyiapkan hal-hal berikut untuk memulai bisnis ini.

  • Pilih lokasi strategis, misalnya lingkungan sekolah, kampus, perkantoran, pemerintahan, atau lingkungan tempat tinggal. Ingat, carilah lokasi yang minim kompetitor. Namun, jika pun ada pesaing, Anda harus dapat lebih unggul dalam hal pelayanan atau kualitas hasil fotocopyan.
  • Belilah mesin fotocopy yang berkualitas baik. Untuk modal awal, belilah satu unit mesin fotocopy seharta + Rp10 juta (baru). Atau jika Anda terbentur modal, Anda dapat membeli mesin fotocopy second yang masih dalam kondisi prima. Ingat, telitilah sebelum membeli jika tidak ingin repot di tengah jalan karena ada kerusakan atau hasil yang tidak memuaskan.
  • Carilah sumber grosir penjual kertas dengan harga miring. Untuk usaha ini, minimal Anda memiliki stok kertas sebanyak 5 rim/hari atau bahkan lebih jika omzetnya tinggi.
  • Terampil memproses fotocopyan. Dalam hal ini, Anda harus memahami seluk-beluk meisn dan cara memfotocopy yang baik dan benar. Selain itu, Anda pun harus cekatan. Untuk hal ini memang dapat dilakukan oleh karyawan Anda, namun Anda tetap harus memberikan panduan agar pemrosesan fotocopy berjalan dengan baik, cepat, dan berkualitas baik alias tidak buram atau kotor akibat tinta.
B. Hambatan Bisnis
Usaha bisnis fotocopy bukanlah tanpa resiko atau hambatan. Nah, berikut beberapa hambatan dalam menjalankan bisnis ini.
  • Mesin fotocopy rusak atau error sehingga harus diperbaiki terlebih dahulu yang membutuhkan waktu agak lama.
  • Harga BBM naik sehingga biaya litrik ikut naik dan harga kertas juga naik.
  • Banyak pesaing di sekitar lokasi usaha.
Perlu Anda ingat bahwa hambatan-hambatan tersebut tidak untuk dijadikan penghalang yang berarti. Jadikan hal tersebut sebagai pemicu Anda dalam berpikir, berkreasi, dan berinovasi bagaimana caranya usaha ini dapat terus berkembang dan bertahan meskipun beragam hambatan menghadang.

C. Strategi Bisnis
Agar usaha Anda ini dapat terus bertahan dan berkembang, berikut adalah beberapa strategi bisnisnya.
  • Harga atau biaya fotocopy tidak boleh lebih mahal dibandingkan dengan para pesaing lainnya. Sesuai harga pasaran, biaya fotocopy adalah Rp. 75,00 - Rp. 100,00 per lembarnya. Namun, jika Anda mematok Rp. 100,00 - Rp. 125,00 per lembar, kualitas pun menjadi jaminan kuat, misalnya Anda menggunakan kertas HVS 70 gram dengan kualitas tinta fotocopy dan hasil yang lebih baik dan bersih. Jadi, kompetitiflah dalam menentukan harga.
  • Buatlah perbedaan dengan usaha sejenis yang lain dalam hal pelayanan, yaitu pelayanan yang lebih cepat, ramah, bersih, hasil fotocopy jelas, dan bekerja secara efektif dan efisien.
  • Aturlah tata letak ruang usaha dengan baik. Usahakan aliran pekerjaan dari pesanan, pekerjaan diproses, hingga hasil fotocopy yang sudah jadi diatur secara efisien dan bersih. Pelanggan yang antri dilayani secara baik. Ingat, jangan beri kesempatan pelanggan yang datang belakangan untuk dilayani duluan. Hal ini akan mengecewakan pelanggan yang datang duluan.
  • Kualitas produk harus tetap dipertahankan dengan mengganti mesin fotocopy yang sudah tidak layak pakai. Beri jaminan kepada pelanggan untuk segera mengembalikan hasil fotocopy yang tidak jelas dengan fotocopy yang jelas secara gratis.
  • Pelayanan harus cepat, pekerjaan rapi, janji selesai tepat waktu.
  • Lengkapi usaha Anda dengan melayani jasa penjilidan, laminasi, serta berjualan ATK.
  • Selalu ramah kepada pelanggan adalah nilai plus tersendiri. Jika perlu sediakan waktu beberapa menit sambil bekerja untuk mengajak pelanggan mengobrol.
D. Analisis Bisnis
Modal Awal :
Peralatan :
1 unit mesin fotocopy (baru) Rp. 10.000.000,-
Etalase (bekas) Rp. 500.000,-
Meja Rp. 300.000,-
Kursi Rp. 100.000,-
Jumlah Rp. 10.900.000,-

Peralatan mengalami penyusutan selama 4 tahun dan memiliki nilai residu sebesar Rp. 1.000,- dengna menggunakan metode penyusutan garis lurus. Biaya penyusutan per tahun = (Rp. 10.900.000,00 - Rp. 1.000,00) / 4 = Rp. 2.724.750,- per tahun atau sama dengan Rp. 227.062,00 per bulan.

Perlengkapan :
Gunting + cutter + penggaris besi + stapler Kantong plastik Rp. 150.000,-
Kantong plastik Rp. 50.000,-
Jumlah Rp. 200.000,-
Perhitungan Laba/(Rugi) per Bulan
Pendapatan :
Jumlah fotocopy dilihat dari habisnya kertas HVS + 3 rim/hari = 90 rim/bulan
90 x 500 lembar x Rp.100,00 Rp. 4.500.000,-
Biaya-biaya :
Sewa tempat dan listrik Rp. 700.000,-
Biaya Perlengkapan Rp. 200.000,-
Stok kertas HVS Rp. 750.000,-
Stok tinta fotocopy Rp. 400.000,-
Stok ATK Rp. 300.000,-
Gaji Karyawan Rp. 700.000,-
Biaya penyusutan peralatan Rp. 227.062,-
Maintenance Rp. 200.000,-
Lain-Lain Rp. 100.000,-
Jumlah Biaya Rp. 3.577.062,-
Laba Bersih Rp. 922.938,-
 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...