Friday, December 28, 2012

Bisnis Air Isi Ulang

Akhir-akhir ini, bisnis air isi ulang mineral (reverse osmosis) semakin marak. Secara kualitas, memang air yang dihasilkan cukup terjaga karena disuplai langsung pendistribusiannya dari mata air tertentu, bergantung agen perusahaan depot air isi ulang tersebut. Bisnis ini sangat menguntungkan dan tidak memerlukan keahlian khusus. Hal yang harus diperhatikan adalah pemrosesan yang sesuai prosedur mulai dari botol galon air itu dibersihkan, pengisian air mineral, dan penyegelan dengan katup yang telah ada. Selanjutnya, air mineral tersebut siap untuk dikonsumsi.

A. Memulai Bisnis
Dalam merintis bisnis ini, ada beberapa hal yang harus Anda persiapkan.

  • Pertama, siapkan tempat yang akan dijadikan depot air minum isi ulang. Tempat yang baik untuk bisnis ini adalah tempat yang strategis dan berada di lingkungan perumahan umum. Namun, jangan khawatir, rumah pribadi Anda pun dapat dimanfaatkan sebagai lahan dalam menjalankan bisnis ini.
  • Kedua, siapkan mesin air minum isi ulang dari agen atau distributor yang Anda pilih. Untuk sementara, mesin yang Anda pilih jangan yang terlalu mahal karena akan terbentur oleh modal. Pilihlah paket satu tabung terlebih dahulu untuk menekan modal awall sambil menguji peluang usaha ini di lokasi tempat Anda membuka usaha. Barulah kemudian jika sudah teruji dan modal bertambah, Anda dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas bisnis ini dengan menggunakan alat pembersih kuman atau bakteri. Peralatan tersebut sangat memengaruhi kualitas air yang akan diproduksi. Namun, tidak main-main, modal yang harus Anda keluarkan, yaitu sekitar Rp. 40 juta.
  • Selain itu, hal penting yang harus Anda lakukan adalah perawatan yang meliputi pembersihan mesin dan pembersihan tempat sehingga kebersihan dan kesehatannya pun terjaga.
B. Hambatan Bisnis
Dalam menjalankan bisnis ini, ada beberapa hal yang dapat menjadi kendala atau hambatan saat menjalankan bisnis ini, yaitu sebagai berikut.
  • Kurang menjaga kebersihan sehingga terkesan kumuh.
  • Kuantitas penjualan tidak diimbangi dengan perawatan peralatan.
  • Sumber air yang dipilih berasal dari tanah, bukan dari mata air pegunungan.
  • Berlaku tidak jujur kepada pelanggan mengenai proses pengolahan bahan baku air hinga menjadi air yang layak diminum.
  • Mengabaikan kebersihan sebagai bagian dari kesehatan.
C. Strategi Bisnis
  • Lakukanlah proses yang terbuka sehingga konsumen dapat melihat cara atau langkah-langkah pengisian air.
  • Tempat usaha dan penjualnya harus selalu rapi dan bersih.
  • Penjual harus ramah dan sopan kepada pelanggan.
  • Ujilah kualitas air minum secara berkala (minimal 6 bulan sekali ke laboratorium kesehatan, kemudian pajanglah hasil laboratorium tersebut di depan outlet air mineral Anda).
  • Jujur dan mau menerima saran maupun kritik dari pelanggan.
D. Analisis Bisnis
Modal Awal :
Peralatan :
Alat penyulingan air Rp. 10.000.000,-
Meja dan kursi Plastik Rp. 300.000,-
Jumlah Rp. 10.300.000,-
Peralatan mengalami penyusutan selama 4 tahun dan memiliki nilai residu sebesar Rp.1.000,- dengan menggunakan metode penyusutan garis lurus. Biaya penyusutan per tahun = (Rp.10.300.000,- - Rp. 1.000,-) / 4 = Rp. 2.574.750,- per tahun atau sama dengan Rp. 214.562,- per bulan.

Perhitungan Laba/(Rugi) per Bulan
Pendapatan :
Penjualan air isi ulang per galon Rp. 3.500,-
Rp 3.500,- x 25 galon/hari x 30 hari Rp. 2.625.000,-
Biaya-biaya :
Air bersih Rp. 500.000,-
Listrik Rp. 150.000,-
Stok penutup galon Rp. 150.000,-
Gaji karyawan Rp. 500.000,-
Biaya Penyusutan Peralatan Rp. 214.562,-
Maintenance Rp. 200.000,-
Lain-Lain Rp. 100.000,-
Jumlah Biaya Rp. 1.814.562,-
Laba Bersih Rp. 810.438,-
by 99 Bisnis
 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...