Tuesday, November 27, 2012

Mencoba Keluar dari Zona Nyaman

Salah satu hal yang indah mengenai kesuksesan adalah kesuksesan membawa kenyamanan. Mungkin kesuksesan telah memberikanmu rumah, mobil, perabotan, liburan, atau kehidupan yang lebih nyaman. Tetapi, inilah paradoksnya: kesuksesan menghasilkan kenyamanan, tetapi kenyamanan menghambat kesuksesan. Itulah mengapa, jika Anda melihat para milyarder, yang seharusnya mereka duduk-duduk saja dan bersenang-senang, justru pergi menempuh banyak kesukaran untuk tetap memotivasi diri mereka sendiri, keluar dari zona kenyamanan mereka, dan terus menantang diri mereka sendiri.
Richard Branson, jutawan pendiri Virgin Group, bisa saja duduk dan bersenang-senang, tetapi ia berkata, "Ketika kita, sebagai perusahaan, mencapai kenyamanan, aku suka mendorongnya kembali keluar. Isteriku akan bertanya, 'Mengapa? Mengapa?. Kamu kan sudah lima puluh tahun. Santailah sejenak. Nikmatilah.'... jika kutaruh semua uangku di bank dan pergi bermabuk-mabukan sampai mati di pulau Karibian, aku hanya berpikir bahwa semua itu hanyalah menyia-nyiakan posisi fantastis yang telah kulihat di diriku sendiri."
Sebuah langkah yang bijak, Richard, lihat banyak orang yang telah mencapai puncak, kemudian terjatuh ke zona nyaman mereka, dan berarkhir dengan terpuruk di dasar.
Linda Evangelista adalah salah satu supermodel papan atas dunia sampai akhirnya ia terporosok di zona nyamannya, dan kabarnya ia bilang, "Aku tidak beranjak dari tempat tidur hanya untuk menghabiskan kurang dari $ 10.000 sehari", dan kariernya terjun bebas. Ketika penulis, Truman Capote menulis in Cold Blood, ia menjadi penulis yang paling terkenal Amerika. Kemudian ia jatuh ke zona nyaman, tidak pernah menyelesaikan buku lainnya, dan meninggal akibat komplikasi yang didapat dari kegemarannya mengonsumsi alkohol. Aduh, zona nyaman tersebut bisa menjadi tempat yang berbahaya!
Jurnalis foto peraih penghargaan, Kevin Gilbert berkata, "Aku mencintai kenyamanan dalam hidup ini, tetapi aku tidak mau menjadi terlalu nyaman, karena kita akan menjadi malas, dan aku lebih suka sedikit ketegangan. Jika aku merasa terlalu nyaman, aku harus bergerak, mencoba hal-hal baru, berada di tempat-tempat baru." Brad Edwards, direktur penelitian di Institute for Scientific Research, berkata bahwa banyak ilmuwan yang kehilangan ketajamannya ketika mereka terperosok ke zona nyaman mereka: "Anda harus terus mendorong diri Anda sendiri. Sekali kita mundur, kita akan berhenti berkembang. Aku telah melihat banyak ilmuwan yang ketika sampai pada titik tertentu, mereka malah bersantai-santai. Dan biasanya, di titik itulah perjalanan karier mereka terhenti."
Konsultan marketing, Leslie Wesbrook berkata bahwa menjauhi zona nyaman adalah segala hal yang harus ditempuh demi perkembangan: "Jika Anda selalu berusaha mencari kenyamanan, Anda hanya memiliki hidup yang sangat terbatas. Jika Anda mau menghadapi ketidaknyamanan, Anda akan selalu bertumbuh, dan memperluas batasan Anda." Direktur Bell Mobility, Bob Ferchat sependapat: "Jika Anda menjalani hidup Anda dengan penuh kenyamanan, Anda tidak akan berkembang. Ciptakanlah ketidaknyamanan bagimu sendiri karena biar bagaimanapun, kita ingin berkembang." Bob benar. Tanyakan saja pada setiap bayi yang baru tumbuh gigi.
Jadi, jika Anda selama ini duduk bersantai-santai dan merasa nyaman terlalu lama, sudah saatnya Anda mendorong diri Anda sendiri keluar dari zona nyaman Anda. Jika Anda merasa tidak nyaman berbicara dengan kelompok-kelompok orang, pergilah berbicara pada satu kelompok. Jika Anda tidak nyaman bersepeda, railah sepeda Anda dan bersepedalah. Segal hal yang tidak membuat Anda nyaman, lakukanlah, dan bersiaplah untuk berkembang.

"Ukuran terbaik seorang manusia tidak terletak pada dimana ia berdiri di masa-masa yang nyaman, melainkan dimana ia berdiri pada masa-masa penuh tantangan dan kontroversi" - Martin Luther King Jr.- (Pemimpin pergerakan hak-hak rakyat yang hebat)
by Richard St. John
 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...