Wednesday, November 28, 2012

Membangun Peternakan Uang

Yang dimaksudkan peternakan uang adalah investasi yang hasilnya cukup untuk membiayai gaya hidup kita. Investasi ini bisa berupa bisnis yang menghasilkan dengan atau tanpa kita. Juga bisa berupa royalti atas hak cipta, rumah yang dikontrakkan atau disewakan sebagai tempat kos, saham-saham yang menghasilkan dividen, reksa dana, rumah walet, dan lain sebagainya.
Ada 3 prinsip untuk membangun peternakan uang :

1. Menunda Kesenangan
Fakultas psikologi di sebuah universitas top di luar negeri mengadakan penelitian sebagai berikut. Mereka mengumpulkan anak-anak umur 5-6 tahun di dalam sebuah ruangan dan memberi permen coklat di hadapan mereka. Mereka diberitahu bahwa boleh langsung makan permen itu atau menunggu 30 menit. Siapa pun yang mau menunggu 30 menit akan diberi 2 permen coklat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada yang mau menunggu, tapi ada pula yang tidak mau menunggu. Menarik bahwa mereka yang mau menunggu itu tidak terus bengong menatap permen coklat yang ditaruh di depan mereka, tetapi asyik bermain sambil menunggu. Jadi mereka juga menikmati ketika menunggu.

Yang lebih menarik lagi, ketika penelitian dilanjutkan sampai 30 tahun kemudian ternyata anak-anak yang mampu menunda kesenangan tersebut mendapat nilai yang lebih baik di sekolah, menjadi karyawan yang lebih baik, atau menjadi pengusaha yang lebih sukses dibanding teman-teman mereka yang tidak mampu menunda kesenangan.
Banyak orang yang ingin tampak kaya, tapi mereka tidak kaya sungguhan. Begitu penghasilan bertambah besar, mereka menyicil barang-barang konsumtif seperti rumah dan mobil. Mestinya lebih baik kita berfokus untuk membuat peternakan uang dahulu, baru kemudian membeli barang-barang konsumtif atau barang mewah.
Prinsip menunda kesenangan ini kita bisa lakukan dengan 3 ahl: pertama, menunggu sampai kita mempunyai passive income yang cukup untuk membayar atau menyicil barang-barang konsumtif kita. Kedua, menunggu sampai kita mempunyai uang minimal 10 kali lebih besar daripada harga barang mewah yang kita inginkan, dan baru kemudian kita membeli barang mewah tersebut. Ketiga, menurunkan kesenangan. Misal, kita mampu membeli BMW seri 7 tapi kita beli BMW seri 5.

2. Alokasi Aset
Untuk membangun peternakan uang, kita bisa melakukannya dengan mengikuti sistem alokasi aset kita. Caranya adalah:
* Sediakan sekian persen dari pendapatan atau income kita, dan masukkan uang tersebut ke  dalam investasi yang aman. Ciri-ciri investasi yang aman adalah kurang lebih bunga atau hasil investasi itu di bawah 15%, dan tingkat keberhasilannya bisa diperkirakan 95% pasti hasil.
* Sediakan sekian persen dari pendapatan atau income kita, dan masukkan uang tersebut ke dalam cadangan minimal 5-6 bulan biaya hidup (atau untuk melunasi utang bila ada). Setelah mencapai 5-6 bulan biaya hidup, gunakan sekian persen dari pendapatan atau income kita, dan masukkan uang tersebut ke dalam investasi yang tumbuh. Ciri-ciri investasi yang tumbuh adalah kurang lebih bunga atau hasilnya tumbuh 15% - 100% per tahun.
* Sisanya silahkan dihabiskan.

Besarnya persentase dalam alokasi aset tersebut tergantung pada beberapa hal, yaitu : besarnya pendapatan atau income, besarnya pengeluaran, dan besarnya tekad untuk cepat-cepat merdeka secara keuangan.
Semakin besar tekad kita untuk secepatnya merdeka secara keuangan, kita akan semakin menekan pengeluaran, menaikkan income, dan menginvestasikan selisihnya ke dalam investasi yang aman dan investasi yang tumbuh.
Untuk segera mewujudkan peternakan uang Anda, saran saya adalah sebagai berikut:berapa pun penghasilan Anda,
* minimal 10% disisihkan lalu diinvestasikan dalam investasi yang aman.
* minimal 20% disisihkan, dijadikan cadangan 5-6 bulan biaya hidup, atau diinvestasikan dalam investasi yang bertumbuh.
* maksimal 70% dihabiskan untuk memenuhi kebutuhan.

Apa yang harus dilakukan terhadap investasi itu? Saran saya adalah sebagai berikut :
* Alokasi dalam investasi yang aman itu tidak boleh diambil!
* Bila terjadi sesuatu dan kita perlu uang tunai, sementara cadangan sudah dipakai, investasi yang aman itu tetap tidak boleh diambil! Bunga atau hasilnya juga tidak boleh diambil! Lebih baik utang, karena kita akan termotivasi untuk mengembalikan.
*  Kapan Alokasi Aman boleh diambil? Tidak boleh diambil sama sekali sampai kapan pun!
* Bunga atau hasil dari alokasi aset dalam bentuk investasi yang aman itu boleh diambil dan digunakan ketika bunga atau hasil itu sudah cukup untuk membiayai gaya hidup kita.
Banyak orang menyepelekan alokasi aset. Mereka beralasan bahwa gaji mereka kecil sehingga mereka tidak perlu melakukan alokasi aset. Ini adalah pemikiran yang salah. Kecil pun apabila dilakukan dalam jangka waktu yang lama dan secara rutin, hasilnya akan menjadi besar, karena uang kita akan berkembang dengan prinsip bunga berbunga.

3. Alokasi Kesenangan
Ada 2 tipe orang yang saya anggap salah sikapnya terhadap uang dan kesenangan. Tipe pertama,  mereka begitu borosnya menikmati kesenangan hidup dan menggadaikan masa depan mereka dengan prinsip nikmati sekarang bayar belakangan, atau nikmati sekarang cicil belakangan, sehingga hidup mereka tidak pernah selesai membayar utang.
Tipe kedua, mereka begitu ngirit, pelit sampai melilit, dan tidak pernah menikmati kesenangan hidup. Inilah orang yang disebut menuhankan atau mendewakan uang, karena uangnya tidak pernah digunakan dan hanya disembah-sembah. Walaupun kaya, orang seperti ini tidak pernah menikmati kekayaan mereka sampai mati. Sebenarny orang seperti ini sama saja dengan orang miskin, karena memang tidak pernah menikmati kekayaan mereka.
Mestinya ada cara hidup yang lebih baik, yaitu dengan melakukan alokasi kesenangan. Ketika kita sudah tertib menunda keseangan dan disiplin melakukan alokasi aset - misal setiap bulan kita sudah rutin menabung 10% untuk investasi yang aman dan 20% untuk investasi yang tumbuh - kita mengambil sebagian dari 70% yang seharusnya kita habiskan untuk kita kumpulkan, dan setiap 3 bulan atau 6 bulan kita jatah sejumlah uang untuk menikmati kesenangan hidup.
Sekedar contoh, bila Anda sudah tertib melakukan alokasi aset selam 3 bulan, bawa Rp 2 juta (diambil dari jatah 70% yang seharusnya kita habiskan) ke mal dan uang itu harus dihabiskan di sana. Beri Anda hadiah karena Anda sudah tertib melakukan alokasi aset.
 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...