a

Friday, January 25, 2013

Piawai Mengelola Uang

Jika Anda memiliki Rp100 juta, rumah yang bagaimana yang Anda beli? Ketika ditanya tentang rumah, orang yang berpotensi miskin akan menjawab secara lengkap tipe rumah yang mereka inginkan. Orang miskin menganggap kekuatan uang pada daya belinya, bahwa dengan uang segala sesuatu yang diinginkan dapat dibeli. Karena itu, ketika mendapat banyak uang, mereka akan berpikir apa yang akan dibeli dengan uang tersebut. Ini tentu akan membuat orang miskin menjadi semakin miskin. Mereka menggunakan uang hanya untuk bersenang-senang.

Orang ber-mindset kaya menempatkan kekuatan uang pada produktivitasnya, bukan pada daya belinya. Orang dapat menjadi kaya jika mengetahui hal-hal apa saja yang dapat dilakukannya dengan uang dan kapan uang tersebut harus dikeluarkan. Jika memiliki banyak uang, ia mungkin akan membeli apartemen untuk disewakan. Dan, proporsi pengaturan keuangan mereka biasa sebagai berikut : 30% dialokasikan untuk tabungan, 30% dialokasikan untuk konsumsi, dan sisanya sebagai modal usaha.

Dan ketika akan berbelanja, mereka biasanya berpikir tentang kegunaan barang tersebut. Apakah memang ia membutuhkan barang itu atau tidak. Jika hanya karena keinginan saja, ia tidak akan membeli barang tersebut. Namun, apabila barang tersebut memang dibutuhkan, selanjutnya ia akan berpikir tentang produktivitas barang tersebut. Apakah barang tersebut mampu menghasilkan uang? Pola pikir seperti inilah yang membuat orang kaya semakin kaya. Mereka berusaha menunda kesenangannya sekarang demi kepentingan yang akan datang. Kesenangan tersebut akan ditunda sampai ia berhasil memiliki passive income yang cukup untuk membiayai kehidupannya -- lebih dari 10 kali lipat biaya untuk gaya hidup yang ia miliki.

Dan, untuk mencapai passive income yang melimpah, mereka ingin agar uang mereka dapat bekerja 24 jam. Dengan demikian uang mereka bisa menghasilkan uang lebih banyak lagi, bahkan sekalipun ia sedang tidur.

Untuk membuat uang bekerja 24 jam, orang-orang kaya ini berbelanja saham atau properti. Jika mendirikan usaha, mereka akan mempertimbangkan dengan hati-hati. Terlebih dahulu mereka akan melihat apakah sang pengelola hanya sekedar coba-coba atau memang serius.

Robert T. Kiyosaki mengakatan, "Orang kaya membuat uang bekerja bagi mereka, bukan mereka yang bekerja untuk uang. David Bach, penasihat keuangan dan penulis buku Smart Couples Finish Rich mengatakan, "Ketahuilah apa yang sedang dilakukan uang Anda, apakah ia akan membuat Anda bertambah kaya atau bertambah miskin."

Apakah orang yang menyimpan uangnya di bank menggunakan uangnya secara cerdas? Jawabannya adalah tidak. Bunga bank tidak seimbang dengan inflasi. Robert Kiyosaki mengatakan menabung di bank adalah investasi yang paling menyedihkan. Mengapa? Karena saat ini bunga bank hanya sekitar 5-6%, sedangkan inflasi sekitar 7%. Jadi, jika kita menyimpan uang sebagai tabungan di bank, sebenarnya uang tersebut akan berkurang bukan bertambah. Jadi, kemampuan kita dalam membelanjakan uang secara cerdas merupakan penentu kedudukan sosial ekonomi kita dalam kehidupan.
 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...