Monday, January 21, 2013

Bisnis Kuliner

Untuk memulai sebuah bisnis kuliner, niat adalah hal utama yang harus kita tanamkan. Segala perubatan itu tergantung niat, jadi kita harus meluruskan niat terlebih dahulu sebelum mulai berwirausaha. Niat untuk mendapatkan untung yang besar dengan cara-cara menipu konsumen sebaiknya kita lenyapkan, karena berwirausaha adalah untuk jangka panjang bukan jangka pendek. Niatkan bahwa semua yang kita lakukan dalam berwirausaha adalah untuk memberi kepuasan kepada konsumen dengan produk berkualitas yang dihasilkan. Kita berniat memanjakan konsumen dengan makanan lezat, harga murah, dan pelayanan yang ramah. Jika berorientasi untuk mendapatkan keuntungan yang maksimal dengan mengorbankan rasa, usaha kuliner tidak mungkin bisa berkembang, malah bisa jadi gulung tikar. Dengan berniat berarti  kita juga telah mempersiapkan mental untuk menghadapi tantangan ketakutan dan keraguan akan kegagalan.

Persiapan lain untuk memulai bisnis kuliner adalah ketersediaan prasaran dan sarana. Ketersediaan bukan berarti harus menjadi milik pribadi, tetapi bisa diperoleh dari meminjam atau menyewa terlebih dahulu, kecuali memang tersedia dana yang cukup yang sengaja diinvestasikan ke usaha untuk jangka panjang. Prasarana adalah kemudahan bersifat fisik maupun non-fisik yang mendukung pengoperasian sarana-sarana atau alat-alat. Sedangkan sarana adalah alat-alat untuk melakukan kegiatan-kegiatan tertentu. Dalam usaha rumah makan, yang termasuk prasarana adalah : tempat yang strategis, tenaga ahli (juru masak), modal usaha, dan izin usaha. Sedangkan yang termasuk dalam sarana di antaranya : meja dan kursi,  peralatan makan, peralatan masak, dan lain sebagainya.

Awali kegiatan dengan membuat perencanaan usaha. Rencana usaha atau business plan yang dibuat minimal mencakup beberapa hal seperti modal, jenis usaha, nama usaha, harga, lokasi, tempat, dan produk. Banyak orang mengatakan bahwa membuat rencana usaha atau rencana bisnis itu tidak berguna dan hanya membuang waktu saja. Padahal, rencana usaha dalam suatu usaha baru merupakan hal yang sangat penting. Sekecil apapun usaha, hendaknya dibuat sebuah perencanaan yang matang. Seringkali bisnis atau usaha dikelola dengan hanya bermodal semangat, banyak orang yang ingin segera mempunyai usaha tanpa mau membuat perencanaan. Padahal tidak sedikit para wirausahawan yang gagal walaupun telah melakukan perencanaan yang baik. Dalam bisnis, kita tidak bisa berharap perjalanan akan selalu lancar. Apalagi jika pengelolaan usaha meniadakan perencanaan sama sekali.

Selanjutnya hal yang perlu diperhatikan dalam bisnis kuliner adalah kualitas dan rasa. Bisnis kuliner adalah sebuah usaha yang menwarkan produk berupa "rasa". Dan karena yang akan kita jual adalah rasa, maka kita tidak boleh main-main dalam proses pengolahan makanan. Mulai dari pemilihan bahan baku, kebersihan alat-alat memasak, takaran bumbu, hingga bentuk penyajian makanan harus diperhatikan secara detail. Kualitas masakan harus disesuaikan dengan pasar sasaran. Jika membidik kelas atas atau menengah, maka kualitas rasa masakan kita haruslah nomor satu bila dibandingkan dengan masakan sejenis. Tentu saja kualitas rasa berbanding lurus dengan harga. Tapi ingat, jangan pasang harga terlalu mahal, sesuaikan juga dengan harga pasaran yang ada.

Jika membidik pasar kelas bawah, mereka tidak terlalu mempertimbangkan rasa makanan. Bagi mereka pertimbangannya sebatas pada harga yang terjangkau. Tetapi yang lebih penting dari sebuah usaha rumah makan atau bisnis kuliner adalah adanya konsistensi rasa dari masakan kita. Banyak usaha kuliner yang gulung tikar ditinggalkan pelanggan dikarenakan mereka tidak bisa mempertahankan konsistensi kualitas rasa.

Berikut ini ada beberapa bisnis kuliner yang bisa dijadikan inspirasi. Silahkan baca artikel kami tentang bisnis makanan.



 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...